Sabtu, 04 Juni 2016
Marhaban ya Ramadhan
Insyaallah esok bulan yang penuh berkah akan datang menghampiri kita semua. Seperti dalam surat cintaNya, Dia menyeru orang-orang yang beriman untuk berpuasa supaya mereka menjadi orang yang bertaqwa. Taqwa adalah tingkatan tertinggi!. Siapa yang dapat meraih gelar taqwa maka dijamin dunia akhirat ia akan berbahagia. Seperti firmanNya dalam Qs: At-Thalaq ayat 2 dan Ali Imaran ayat 133. Dalam ayat tersebut Allah menjamin akan memudahkan urusan orang-orang yang bertaqwa dan memberikan jalan keluar atas setiap permasalahnnya sedangkan diakhirat Allah akan memasukkannya kedalam surga yang penuh kenikmatan. Nah, tujuan kita berpuasa adalah menjadi orang yang bertaqwa. Itulah yang akan kita dapatkan. Namun kenapa kebanyakan orang yang berpuasa belum bisa bertaqwa? Sedikit penjelasan tentang taqwa.
Sebelumnya saya ingin berbagi dengan teman2 semua, sedikit ilmu agama yang saya dapatkan selama lebih kurang 8 tahunan mencari-cari kebenaran & kebahagian hakiki. Banyak pengajian yang telah saya ikuti seperti pengajian kelompok (red-halaqoh), salafi, AA gym, pengajian ibu-ibu di mesjid, pengajian tauhid&tasawuf, hizbut tahrir, dll. Dari semua pengajian yang pernah saya ikuti, pengajian tauhid dan tasawuflah yang sangat berkesan dan sering kali membuat air mata saya mengalir deras. Ustadz/Buya yang mengajarkan kami ilmu tauhid&tasawuf tersebut adalah ulama zuhud dari Pariaman namanya buya Muslim Saleh. Beliau juga mantan pejuang kemerdekaan bangsa kita dan seorang pelukis alam yang handal, bisa dilihat DISINI. Rasanya tidak cukup space disini untuk menjelaskan tentang buya saya tersebut, intinya saya bersyukur sekali bertemu dan belajar islam dengan beliau. Bagi saya beliau adalah the best spiritual teacher ever. Alhamdulillah saya juga bersyukur semangat menuntut ilmu agama tidak pernah padam semenjak berseragam putih abu abu dahulu. Seriusan teman, dengan menuntut ilmu agama & mengamalkannya hidup kita menjadi tenang. Itulah yang saya rasakan dan ingin saya bagikan dipostingan kali ini.
Kembali ke penjelasan taqwa tadi, Taqwa adalah mengerjakan seluruh perintah Allah dan meninggalkan laranganNya dengan hati ikhlas. Simple tapi realisasinya luar biasa susah. Banyak rintangan dan tantangan didepan mata makanya untuk bisa masuk surga itu tidak semudah yang dikatakan kawan! Musuh itu ada di dalam diri sendiri yaitu hawa nafsu dan setan. Kedua hal tersebutlah yang harus di lawan dan tundukkan agar hati kita bersih dan taqwapun dapat diraih. Sedangkan musuh dari luar yaitu dunia dan makhluk, insyaallah akan mudah kita hadapi jika kita kuat dari dalam. Selagi kita berusaha menjadi orang-orang yang bertaqwa yang tunduk pada Tuhan, insyaallah bisa. Ibarat mobil, selagi mobil berjalan walaupun kecepatannya lambat akan sampai ditempat tujuan namun jika mobil tersebut berhenti bahkan berbalik arah bisa dipastikan tidak akan sampai! Nah, untuk meraih gelar taqwa tersebutlah kita berpuasa. Puasa seperti apa? Menurut Buya Muslim Saleh, ada tiga tingkatan orang yang berpuasa. Yang pertama adalah puasa orang awam yang hanya sekedar menahan haus dan lapar. Tidak ada yang memenuhi pikirannya selain hal-hal yang bersifat duniawi seperti masalah pekerjaan, makanan&minuman untuk berbuka, baju&pakaian untuk lebaran, dll. Hal yang didapatkan dari orang-orang pada tingkatan pertama ini adalah rasa letih, dahaga dan lapar. Mereka tidak memanfaatkan siang hari dengan ibadah melainkan hanya tidur kalau tidak ada pekerjaan, begitupun malam harinya. Tingkatan kedua adalah orang-orang yang menahan anggota tubuhnya (mata, lisan, telinga, tangan, kaki) dari hal-hal yang dilarang Allah. Mereka banyak beribadah dan mengisi waktunya dengan membaca & mengkaji Alqur'an. Mereka menghidupkan malam harinya dengan shalat dan berzikir. Sedangkan tingkatan ketiga adalah tingkatan kedua yang sangat dekat dengan Allah yaitu orang-orang yang selalu melihat kebesaran dan kekuasaan Allah disetiap waktunya. Dia selalu bersyukur dan ikhlas dengan ketentuan Allah serta tidak memikirkan dunia yang fana ini. Fokus dan tujuannya hanyalah mencari ridho Allah. Inilah tingkatan tertinggi dalam berpuasa yang kualitasnya sama dengan puasanya para nabi dan rasul. Nah tipe kedua dan ketiga inilah yang akan menjadikan kita hamba yang bertaqwa dan mengantarkan pada kebahagian dunia dan akhirat. Saya berharap kita semua bisa mencapai tingkatan kedua bahkan ketiga.. aamiin..
Dipostingan kali ini saya juga ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika ada tulisan/perkataan yang tidak berkenan. Selama ramadhan ini mungkin tidak ada postingan, insyaallah akan update lagi setelah lebaran nanti. Akhir kata. Happy fasting All :) :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar