Tampilkan postingan dengan label Cake. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cake. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2016

Condensed Cotton Cake

 
Condensed cotton cake atau cake kapas susu kental manis merupakan salah satu variasi cake dengan metode pisah kuning dan putih telur. Kenapa dinamakan cake kapas? Karena cake ini memang lembut seperti kapas. Pernah makan kapas, guys?Nah bagi yang pernah, mungkin cake ini layak dicoba dan dibandingin mana yang lebih lembut. (#Just kidding.. hihihi) Sebenarnya cuma pingin nekenin aja bahwa cakenya sangat lembuuuuuuut. Cake ini adalah salah satu cake yang tidak menggunakan pelembut/pengembang sama sekali. Makanya ketika membaca resep ini, sudah terbayang dikepala saya kapan akan dieksekusi, bahan-bahan yang musti disiapkan dan cara pembuatannya. (#gini nih tukang masak kalo baca resep yang menarik hati.. hehe). 

Satu hal menarik yang saya pelajari dari membuat cake ini adalah teknik pemanggangannya. Teknik yang digunakan adalah teknik au bain marie atau dikenal dengan water bath. Tekniknya adalah dengan menempatkan adonan cake didalam suatu loyang kemudian loyang tersebut di tempatkan lagi kedalam loyang yang lebih besar yang telah berisi air panas (airnya tidak banyak, kira-kira tingginya cuma 1-2 cm dari dasar loyang). Adonan yang telah ditempatkan di dalam double loyang tadi kemudian di panggang minimal selama 50 menit. Nah, gimana guys? kebayang ga? Sayang saya tidak sempat mendokumentasikan proses pembuatannya sehingga tidak ada visualisasinya. maafkeun ya. kalo masih belum jelas googling aja ya. ^_^

Nah, pembuatan cake dengan metode pisah telur dan teknik au bain marie inilah yang akan menghasilkan cake selembut kapas. saking lembutnya makan satu slice ga akan terasa, dua, tiga? mungkin akan nambah lagi. hehe.. Namun, ada satu hal yang membuat saya kurang puas dengan hasilnya yaitu aroma telurnya masih kerasa euy -_- Saran saya di next percobaan mungkin bisa ditambahkan parutan kulit lemon sekitar 1 sendok teh untuk meredam bau telurnya. Kalo untuk rasa menurut saya lumayan, ga mengecewakan lah. Resep ini saya adaptasi dari salah satu komunitas pecinta masak memasak yaitu cookpad. Resepnya dari mbak Tintin Rayner, bisa dilihat DISINI. Berikut resepnya dengan sedikit modifikasi oleh saya ^_^

Bahan: 
40 gram butter
40 gram tepung segitiga biru 
20 gram tepung meizena
60 gram susu kental manis
4 butir kuning telur
3 butir putih telur
50 gram gula pasir

Cara Membuat:
  • Panaskan oven, set disuhu 160 derajat celcius
  • Olesi loyang bulat 16 cm dengan mentega dan taburi dengan tepung. Siapkan loyang lain yang lebih besar (bisa bulat/persegi) kemudian isi dengan air kira-kira 1-2 cm (atau setengah dari tinggi loyang), sisihkan
  • Panaskan butter dengan api kecil hingga muncul gelembung-gelembung kecil kemudian masukkan tepung sambil terus diaduk rata kemudian tambahkan susu kental manis, aduk lagi hingga rata lalu matikan kompor.
  • Masukkan campuran butter+tepung+susu kental tadi kedalam mangkok yang telah berisi kuning telur kemudian aduk rata hingga smooth, lalu sisihkan.
  • Kocok putih telur dengan mikser kecepatan tinggi kemudian masukkan gula pasir lalu kocok hingga soft peak (ketika gagang mikser diangkat, kocokan putih telur akan membentuk jambul petruk)
  • Ambil 1/3 bagian dari kocokan putih telur lalu masukkan kedalam adonan kuning telur kemudian aduk hingga rata.
  • Masukkan seluruh adonan kuning telur tadi, kedalam adonan putih telur kemudian diaduk dengan teknik aduk balik hingga homogen
  • Masukkan kedalam loyang yang telah ditaburi tepung tadi kemudian letakkan loyang tersebut didalam loyang yang telah berisi air lalu oven hingga matang (minimal 50 menit atau lakukan tes tusuk)
  • Dinginkan sebentar kemudian keluarkan dari loyang. Cake siap dinikmati dengan secangkir teh hangat. Yummy
Selamat mencoba ^_^

Kamis, 05 Mei 2016

Bolu Kukus Mekar


Di pagi yang cerah ini saya mau mendokumentasikan salah satu eksperimen saya yaitu bolu kukus mekar. Di pagi ini saya ditemani oleh omek yang duduk cakep beside me. Hehe..  Omek adalah satu diantara dua my sweety cats. Satu lagi namanya tantik, sepertinya dia lagi deket kolam ikan mau nangkep burung. Soalnya disana banyak banget burung pipit. Nah kalo misalnya dia dapet satu ekor burung, dibawa kerumah dulu sambil mengeong2 keras trus dimain mainin baru kemudian dimakan. Lucu banget si tantik kalo dapat burung. Pernah satu kali kepalanya kejidat karna loncat-loncat mainin tangkapannya tapi abis itu loncat2 lagi.. ckckck.. tantik tantik... Nah kalo omek, mungkin karna usianya udah tua sukanya duduk manja & tidur-tiduran. Kaya sekarang nih adem banget duduknya. Kaya ga ada masalah. Kwkwk.. Oke, dicukupkan dulu cerita tentang kucingnya, lanjut ke main topic. Bolu kukus mekar ini udah lumayan lama dibikin cuma baru ditulis review & resepnya sekarang. Resep ini saya dapatkan dari blognya mba endang (http://www.justtryandtaste.com) . Saya mengikuti dengan seksama resepnya tanpa modifikasi pada bahan maupun cara pembuatannya. Daaan, hasil yang saya dapatkan bolunya merekah dengan cantiknya seperti pada gambar. Tapi bolunya padet alias ga lembut sama sekali (T.T). Saya beberapa kali mencicipi kue ini sebelumnya, dibeli di pedagang kue tradisional dipasar, kuenya lembuuut banget dan enak. Kenapa ya bolu saya ga bisa seperti itu?? Mereun (#sundanese = mungkin) karna teknik pembuatannya kali ya yang kurang pas. Padahal mba endang ditulisannya bilang kalo bolunya lembut. Hmmm.. sepertinya musti di coba lagi nih bikinnya next time. Sebenarnya ada satu hal yang bikin bahagia ketika membuat cake ini yaitu ketika membuka tutup kukusan, taraaaaaa, bolunya merekah dengan sempurna. Ga bisa di ungkapin tuh bahagianya (#alay.com hihihi) cuma jadi ga bahagia lagi setelah dingin karna saking padetnya. Tapi akhirnya abis juga siy. Alhamdulillah ada tester setia yaitu keluarga tercinta. Gagal maupun berhasil tetep lenyap tuh.. hihihi.. Pernah juga dibagi-bagiiin ke tetangga tapi kalo berhasil aja. Kalo gagal lebih baik untuk konsumsi sendiri aja, memberi harus yang terbaik! itu prinsip saya. Nah disini nih asyiknya bikin makanan, walaupun capek tapi hati seneng karna banyak yang mencicipi apalagi kalo banyak yang bilang enak.. Pernah siy satu kali bro aung (sepupu kecil) bilang “kak kuenya ada yang kurang,, serius!” trus saya bilang “kurang apa ung?? kurang enak??” dia bales “kurang banyak kaakkkk. kwkwk” . Hadeuh bener2 deh bro satu ini. Kalo ada dia saya suka cerewet nanya2 sampe berkali-kali, gimana ung gimana ung?? kalo dia udah kesel pasti keluar jurus ampuhnya “iyaaaaa kak enak (#dengan wajah terpaksa dan juga kesal...hihih), udah berapa kali coba kakak nanya dari tadi”. Hehehe.. sebenarnya pengen usilin dia aja siy saya nya.. hihihi.. baiklah cek the recipe nya yuks..
Bahan:

Tepung terigu serba guna 250 gram (saya pakai Segitiga Biru)
Susu cair 200 gram (saya pakai susu cair Indomilk)
Telur 3 butir, suhu ruang
Gula pasir 150 gram
Vanila 1 sdt 
Emulsifier 15 gram (Saya pake Sp)
Pasta coklat dan merah secukupnya sebagai pewarna

Cara membuat:
  1. Siapkan kertas roti kemudian masukkan kedalam cetakan bolu kecil yang ada lubang-lubang kecilnya. Kemudian ditumpuk seperti menara.
  2. Panaskan kukusan dengan api besar, jaga agar apinya tetap besar saat adonan dikukus.
  3. Kocok dengan menggunakan garpu telur + susu di mangkok kecil kemudian sisihkan.
  4. Kocok dengan menggunakan mikser tepung+gula pasir+emulsifier+vanili+kocokan telur dan susu. Kocok dengan kecepan rendah terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan kecepatan tinggi hingga adonan menjadi kental, mengembang dan berwarna putih. Ketika adonan disendokkan dan dijatuhkan kembali maka adonan terlihat pekat dan meninggalkan jejak.
  5. Ambil separuh adonan, letakkan di dua mangkuk terpisah. Beri pasta coklat di salah satu mangkok dan merah di mangkok lainnya. Kemudian masukkan kedalam cetakan bolu yang telah dialasi kertas roti tadi bergantian antara adonan cokalat+putih atau merah+putih. (Isi sampai kertas rotinya penuh)
  6. Kukus selama 20 menit dengan api besar. Jangan lupa alasi tutup kukusan dengan serbet/kain yang menyerap air. Jangan buka tutup kukusan hingga 20 menit.
  7. Bolu kukus insyaallah merekah & siap dinikmati.
Selamat mencoba ya, semoga berhasil dan lembut serta enak hasilnya...

Sabtu, 30 April 2016

Cupcakes

Hallo sahabat pengunjung, apa kabarnya?? Semoga selalu sehat dan baik ya. Hari ini saya mau posting tentang perjuangan saya membuat cupcakes. Saya penasaran sama cake yang satu ini, berhubung didaerah tempat tinggal saya belum ada yang jual cupcakes, jadinya penasarannya semakin bertambah. Gimana siy rasanya. Nah, suatu hari saya pergi ke toko kue di daerah lain (kebetulan waktu itu ada urusan didaerah tsb), kemudian terpajanglah dengan cantik beberapa cupcakes di etalase toko. Tanpa pikir panjang, saya langsung order dan mencicipi rasanya. Hmm... gimana ya,,, ternyata ga seenak yang dibayangin, base cakenya sama kayak bolu yang biasa dijual kemudian butter creamnya kaku banget dan kurang manis serta banyak pewarna juga (Memang ga bisa dipungkiri siy, salah satu daya tarik cupcakes ini adalah hiasan butter creamnya yang warna warni. Tapi bisa di akali kok pewarnanya dengan yang alami). Jadilah saya little bit give up untuk mencoba membuatnya beberapa saat. Namun, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan (#hadeuhh,, rempong banget siy sis... ckckck) akhirnya saya penasaran lagi. Nah, disinilah mulai perjuangannya sodara sodara. Berbagai resep saya coba mulai dari teknik kocok telur+gula dulu, teknik mentega+gula dulu, teknik pisahin putih dengan kuning telur, dipanggang maupun dikukus. Daaaaan kebanyakan gagal  pemirsah (#jadi sedih kalo mengingat kisah masa lalu.. huhu.. T.T) but i’m so exicited decorate them (#seneng banget bisa menciptakan hiasan2 cupcake dengan butter cream walaupun base cakenya kurang oke) dan juga saya bersyukur bisa mencoba hal baru walaupun gagalnya banyak karna pengalaman adalah guru yang paling berharga (#iya ga?). Dari sinilah saya banyak belajar terutama dalam hal perbakingan dan juga belajar pantang menyerah. Saya juga bersyukur cakenya ga pernah kebuang karna ada tester sejati yang selalu bikin ketawa walau gagal sekalipun.. hehehe.. (#panggil sister dan brocil alias brother2 cilik, sepupu laki-laki). Saya bilang gagal karna bentuknya ga sesuai dengan yang diharapkan, kalo rasanya lumayan lah. Bentuk cakenya jarang yang semuanya mengembang sempurna. Saya pengennya hasilnya lebih dominan mengembang dari pada kempis. Trus juga kadang dibagian bawah cakenya coklat banget warnanya alias gosong (hehehe) dan ga lembut ding. Pernah siy satu kali yang semuanya berhasil (cupcakes coklat kukus) cakenya lembut dan mengembang, butter creamnya lumayan oke, cuma di rasanya kurang pas (sedikit pahit) karna seharusnya pake coklat batang tapi saya coklat bubuk pahit tanpa penambahan gula.. Tapi ga apa2, yang penting pernah nyoba. Iya ga??? Bagi saya (#mikir dalem.. hihihi) perjuangan ini akan terus berlanjut dan suatu saat bisa berbisnis dengan cake ini (aamiin). Oke, lupakan sejarahnya,,, berhubung karna cakenya masih belum sesuai harapan dan saya juga lupa mencatet bahan-bahan dan cara membuatnya, jadi di postingan kali ini saya belum bisa menampilkan resepnya ya. hehe.. oke lets see the photos yang sempat terdokumentasikan dan lumayan oke (yang jelek2 ga usah ditampilin, malu euy. Hihih) ^_^

 Cupcakes dengan butter cream strowberry dan sedikit pewarna merah

 Cupcakes sebelum di dekor dengan cream, lumayan mengembang ding ^_^

 Cupcakes dengan buttercream original, topping meises
 This is the cupcakes that makes me smile :)