Sabtu, 28 Mei 2016

Condensed Cotton Cake

 
Condensed cotton cake atau cake kapas susu kental manis merupakan salah satu variasi cake dengan metode pisah kuning dan putih telur. Kenapa dinamakan cake kapas? Karena cake ini memang lembut seperti kapas. Pernah makan kapas, guys?Nah bagi yang pernah, mungkin cake ini layak dicoba dan dibandingin mana yang lebih lembut. (#Just kidding.. hihihi) Sebenarnya cuma pingin nekenin aja bahwa cakenya sangat lembuuuuuuut. Cake ini adalah salah satu cake yang tidak menggunakan pelembut/pengembang sama sekali. Makanya ketika membaca resep ini, sudah terbayang dikepala saya kapan akan dieksekusi, bahan-bahan yang musti disiapkan dan cara pembuatannya. (#gini nih tukang masak kalo baca resep yang menarik hati.. hehe). 

Satu hal menarik yang saya pelajari dari membuat cake ini adalah teknik pemanggangannya. Teknik yang digunakan adalah teknik au bain marie atau dikenal dengan water bath. Tekniknya adalah dengan menempatkan adonan cake didalam suatu loyang kemudian loyang tersebut di tempatkan lagi kedalam loyang yang lebih besar yang telah berisi air panas (airnya tidak banyak, kira-kira tingginya cuma 1-2 cm dari dasar loyang). Adonan yang telah ditempatkan di dalam double loyang tadi kemudian di panggang minimal selama 50 menit. Nah, gimana guys? kebayang ga? Sayang saya tidak sempat mendokumentasikan proses pembuatannya sehingga tidak ada visualisasinya. maafkeun ya. kalo masih belum jelas googling aja ya. ^_^

Nah, pembuatan cake dengan metode pisah telur dan teknik au bain marie inilah yang akan menghasilkan cake selembut kapas. saking lembutnya makan satu slice ga akan terasa, dua, tiga? mungkin akan nambah lagi. hehe.. Namun, ada satu hal yang membuat saya kurang puas dengan hasilnya yaitu aroma telurnya masih kerasa euy -_- Saran saya di next percobaan mungkin bisa ditambahkan parutan kulit lemon sekitar 1 sendok teh untuk meredam bau telurnya. Kalo untuk rasa menurut saya lumayan, ga mengecewakan lah. Resep ini saya adaptasi dari salah satu komunitas pecinta masak memasak yaitu cookpad. Resepnya dari mbak Tintin Rayner, bisa dilihat DISINI. Berikut resepnya dengan sedikit modifikasi oleh saya ^_^

Bahan: 
40 gram butter
40 gram tepung segitiga biru 
20 gram tepung meizena
60 gram susu kental manis
4 butir kuning telur
3 butir putih telur
50 gram gula pasir

Cara Membuat:
  • Panaskan oven, set disuhu 160 derajat celcius
  • Olesi loyang bulat 16 cm dengan mentega dan taburi dengan tepung. Siapkan loyang lain yang lebih besar (bisa bulat/persegi) kemudian isi dengan air kira-kira 1-2 cm (atau setengah dari tinggi loyang), sisihkan
  • Panaskan butter dengan api kecil hingga muncul gelembung-gelembung kecil kemudian masukkan tepung sambil terus diaduk rata kemudian tambahkan susu kental manis, aduk lagi hingga rata lalu matikan kompor.
  • Masukkan campuran butter+tepung+susu kental tadi kedalam mangkok yang telah berisi kuning telur kemudian aduk rata hingga smooth, lalu sisihkan.
  • Kocok putih telur dengan mikser kecepatan tinggi kemudian masukkan gula pasir lalu kocok hingga soft peak (ketika gagang mikser diangkat, kocokan putih telur akan membentuk jambul petruk)
  • Ambil 1/3 bagian dari kocokan putih telur lalu masukkan kedalam adonan kuning telur kemudian aduk hingga rata.
  • Masukkan seluruh adonan kuning telur tadi, kedalam adonan putih telur kemudian diaduk dengan teknik aduk balik hingga homogen
  • Masukkan kedalam loyang yang telah ditaburi tepung tadi kemudian letakkan loyang tersebut didalam loyang yang telah berisi air lalu oven hingga matang (minimal 50 menit atau lakukan tes tusuk)
  • Dinginkan sebentar kemudian keluarkan dari loyang. Cake siap dinikmati dengan secangkir teh hangat. Yummy
Selamat mencoba ^_^

Rabu, 25 Mei 2016

Mie Ayam Goreng

Hallo sobat pengunjung semua, hari ini saya mau posting mie ayam goreng. Mie ini adalah versi goreng dari mie ayam. Sebenarnya sedikit rempong dengan judulnya apakah goreng mie ayam? ato mie goreng ayam? ato ayam mie goreng? *rada aneh yak..kwkw.. Akhirnya diputusin: "ya udah mie ayam goreng aja". Ceritanya gini, malam sabtu mama kepingin makan mie ayam, namun dengan pede nya saya bilang "ga usah di beli ma, biar sari bikinin aja besok". Ini karna saya yakin kalo mie ayam yang biasa dijual diluaran sana pasti menggunakan MSG ato bumbu penyedap yang lumayan banyak ditambah lagi dengan berita yang beredar mengenai kehalalan dagingnya. Pernah suatu kali teman saya cerita, kalo dia menemukan sesuatu seperti ekor tikus di dalam mie ayam yang sedang dimakannya. Wah, ga bisa dibayangin tuh, sampe sampe dia kapok & berbulan bulan ga makan mie ayam lagi. Saya yakin mungkin sedikit sekali penjual Mie Ayam yang melakukan hal tersebut namun prinsip saya selagi bisa homemade kenapa ngak. Homemade lebih terjamin kehalalan, kesehatan dan kebersihannya walaupun soal rasa terkadang kalah enak karna minim penyedap (#lidah ga pernah bohong. hehe)

Nah, karna alasan tersebut, dengan pedenya saya menawarkan diri untuk membuatkan keluarga tercinta semangkuk mie ayam ini. ^_^ Singkat cerita hasil akhirnya adalah 50:50 alias sebagian bilang lumayan enak sebagian lagi bilang kurang (huhuhu). Menurut saya karna bumbunya sedikit kemanisan, kebetulan keluarga saya kurang suka masakan yang manis-manis, pernah suatu kali saya bikin tempe bacem dan sedihnya ga ada yang suka kecuali saya.. T.T (Soalnya emang manis bingits karna gula merahnya). Berhubung karna kamera di bawa si bungsu untuk jalan-jalan sekolahnya, makanya ga ada foto mie ayam ini. Maafkeun ya.. Tapi, ga usah panik (#siapa yang panik?? hoho) kalo pingin nyoba mie ayam ini cek aja resepnya DISINI

Berhubung karna bumbu dan bahan mie ayam ini berlebih banyak, muncullah ide untuk membuat versi gorengnya dengan sedikit tambahan bumbu. Daaaaaan hasilnya menurut saya lebih enak, si bungsu yang ga sempat mencicipi versi kuahnya bilang enyaak bahkan minta dibuatin lagi. Alhamdulillah. Kebetulan juga bro-bro (sepupu laki-laki) mampir kerumah ketika mienya baru masak. Jadilah siang itu kami menikmati Mie Ayam Goreng spesial ala chef sari.. hehehe.. Ternyata emang benar kalimat : "Dapur adalah kreatifitas tanpa batas" :) Berikut resepnya ya,




Bahan:
Mie Telor satu bungkus
Sawi hijau secukupnya
Tauge secukupnya

Bumbu:
bawang putih 3 siung, cincang halus
bawang merah 1 siung, cincang halus
kecap manis 3 sendok makan
saos tiram 1 sendok makan
merica bubuk 1/4 sendok teh
garam 2 sendok teh, tambahkan jika dirasa kurang ya
dada ayam 2 buah, rebus sebentar dan potong dadu kecil
cabe giling halus 1 sendok makan, tambahkan jika dirasa kurang pedas.
daun jeruk 1 lembar
minyak untuk menumis

Cara membuat: 
  • Rebus air hingga mendidih kemudian masukkan sawi hijau dan tauge, biarkan sebentar (kira-kira 30 detik) lalu angkat dan sisihkan. 
  • Masukkan mie telor kedalam air sisa rebusan tadi, biarkan hingga mie terlihat kenyal kemudian disaring dan beri sedikit minyak goreng supaya mienya tidak bersatu.
  • Tumis bawang putih+bawang merah hingga harum lalu masukkan cabe giling+kecap+saos tiram+dada ayam+daun jeruk, tumis hingga tercampur rata lalu masukkan merica+garam halus diaduk rata. 
  •  Masukkan mie beserta sawi dan tauge, aduk hingga tercampur rata. Cicipi rasanya, tambahkan garam jika terasa kurang. Namun jika sudah sip, angkat dan hidangkan dengan kerupuk pangsit.
Selamat mencoba ya, semoga berhasil :)

Sabtu, 14 Mei 2016

Watermelon+Banana Ice cream

Seperti slogan iklan salah satu merek produk : "Healthy Inside, Fresh Outside", inilah menurut saya kalimat yang tepat untuk mendeskripsikan ice cream ini. Tidak berlebihan tapi kandungan vitamin dan mineral didalamnya tidak bisa diragukan. Ide membuat ice cream ini adalah hasil dari perjalanan dumay (#dunia maya) saya alias walking-walking blog. hehe.. Manfaat yang didapatkan dengan menggunakan IT secara tepat banyak sekali, namun begitu juga sebaliknya. Its like a coin. Seperti halnya koin, dua sisi bersatu dalam sebuah benda, bisa jadi seseorang ingin melihat sisi gambar namun akhirnya terlihat juga sisi angkanya. Disinilah peran iman dan ilmu! Sasaran yang paling empuk bagi para oknum yang ingin menyebarkan sisi negatif dari IT ini adalah remaja. Tidak sedikit berita yang kita dengar, gimana ulah remaja sekarang. Saya ga habis pikir "kok bisa ya", ini terkait dengan salah satu berita akhir-akhir ini yang lagi in banget yaitu kisah YY asal bengkulu. Saya yakin, informasi yang buruk dari media/internet menjadi salah satu penyebabnya. Jadi mari usahakan menggambil sisi positif dari IT ini ya, sobat semua.

Baiklah, mari kita telusuri lagi a secret that makes watermelon becomes creamy ice icream! (#celieee gaya bener pake english segala... kwkw) Maklum aja ya turis nyasar! (#ih kepedeaan bgt: turis) Eits jangan salah lo ya kalo saya pergi ke Mekkah (*aamiin) saya turis lo.. ckck (#just kidding). Iklannya udah lewat so mari kita kembali, nah mungkin ada yang bertanya semangka kok bisa sih dijadiin es krim yang creamy sih? Seperti yang kita tahu bahwa semangka itu cair dan jika dijadikan es krim (*dengan hanya menggunakan blender) jadinya flaky or icy. Maksudnya kaya es parut ato seperti sorbet istilah dunia kulinernya. bukan sorbet untuk ngelap wajah itu lo ya #serbet keles! (tapi kok ya serbet dijadiin ngelap wajah siy.. hehe.. ini karna saya beberapa kali melakukannya jika tak ada tisu.. hihi). #iklan lagi!! Nah rahasianya adalah bananas. Yups, pisang sodara-sodara. Seperti yang kita tahu bahwa buah satu ini memiliki segudang manfaat. Menurut Megan Ware di website medicalnewstoday.com, (bisa dilihat DISINI) Buah pisang berukuran medium (kira-kira 126 gram) mengandung 110 kalori, 30 gram karbohidrat dan 1 gram protein. Buah ini bebas lemak, kolesterol dan sodium. Recomended untuk mereka yang sedang dalam masa diet, dimana disarankan untuk memakan buah pisang setiap pagi bersama air mineral. Diantara manfaat lainnya, Ware menyebutkan pisang bagus untuk menjaga tekanan darah agar normal, mencegah asma, kanker, diabetes, diare, bagus untuk menjaga kesehatan jantung dan juga dapat menjaga ingatan serta meningkatkan mood. Jadi kalo mau moodnya meningkat, ayo atuh konsumsi pisang ato bikin ice cream ini. ^_^ 

Inspirasi es krim ini saya dapatkan dari web The Kitchn, bisa dilihat DISINI. Dengan hanya satu bahan dan satu alat, kita bisa memakan es krim yang segar!! #Percayalah.. hehehe.. Sebenarnya dulu semasa kecil, saya sering membeli es krim pisang yang dicelup dengan coklat namun pisangnya ga di apapakan cuma dimasukkan kedalam kulkas. Rasanya mamamia lezatos, apalagi dimakan pas cuaca lagi panas. slrupppp.. enaknyeee (*ipin upin mode on). Nah tapi sekarang ada yang lebih canggih lagi (*bagi saya.. hehehe). Ternyata pisang bisa dijadiin es dengan tekstur 70% seperti es krim walls tanpa mesin pembuat es krim, tanpa krim kriman yang harganya menguras kantong, tanpa bahan kimia. Jadinya saya penasaran sekali sodara sodara, ditambah dengan adanya buah semangka nan segar 'mejeng' dengan cantik di rak kulkas. Maka tanpa pikir lama, mari kita eksekusi pisang dan semangka ini.

Alat : Blender (Kalo ada food processor lebih baik)

Bahan : Pisang yang telah matang sempurna (Sangat disarankan menggunakan pisang ambon/cavendish/raja) dan semangka dimana semangkanya lebih sedikit dari pisang (Sekitar 65% pisang dan 35% semangka)

Cara membuat
  •  Pisang dipotong kecil dan bulat-bulat seperti sebuah koin kemudian masukkan kedalam plastik dan dibekukan didalam freezer, tunggu hingga 6 jam-an atau semalaman.
  • Semangkan dipotong dadu kemudian masukkan kedalam plastik dan dibekukan seperti halnya pisang.
  • Setelah beku masukkan pisang kedalam blender, proses sedikit demi sedikit hingga pisang menjadi smooth dan creamy. Teksturnya mirip seperti kita mengocok telur+gula pasir ketika membuat kue, kalau mikser di angkat maka adonan akan jatuh perlahan dan membentuk jejak. Nah, haluskan pisang sampai menghasilkan tekstur tersebut, kalo masalah waktu tergantung blender masing masing ya, seperti saya katakan di atas, food processor ato power blender akan menghasilkan tekstur yang lebih baik. Namun jangan lama2 ya, patok aja 20 menit paling lama. Kalo belum bisa juga, hentikan aja prosesnya. Ohiya jangan lupa memasukkan semangka yang dibekukan tadi kedalam pisang ketika pertengahan proses.
  • Masukkan kedalam wadah kemudian bekukan lagi semalam. Ice cream yang healty inside, fresh outside siap dinikmati di siang hari yang panas.
    Note: Bisa di tuangkan sedikit susu kental manis di atas es krimnya seperti gambar di atas
Ohiya, kalo masalah rasa yang saya dapat: Not so bad. Ini karna pisang yang saya gunakan adalah pisang batu hasil panen kebun kami. Jadi seperti yang saya sarankan diatas, highly recomended pisang ambon/cavendish/raja. Next time saya akan mencoba dengan pisang-pisang jenis tersebut :) :)
 

Kamis, 12 Mei 2016

Pie Susu Bali



Pie Susu Bali? Ada yang pernah nyicipnya? Ato belum sama sekali? Ato ada yang bertanya kue apa ini? Baiklah, kali ini saya ingin berbagi satu lagi eksperimen saya, little but incredible. Ga bermaksud narsis cuma memang rasanya top markotop. Bahan-bahannya simple banget pemirsah, ga pake mahal, seriusan! cuma membuatnya sedikit tricky. Padahal pie saya ada yang kurang lo (kebetulan susu kental manis tinggal sedikit seharusnya 200 gram saya pake 150 gram) tapi ga mengurangi kelezatan rasanya. Adek saya yang bungsu (*tester setia ^^) ga pake bosen memakannya bahkan dia bikin sendiri lagi lusa nya. Adonannya bisa dikulkasin lo, kalo di freezer bisa tahan sampe sebulan. Tinggal bikin vla nya aja. 

Ada yang lucu ketika membuat pie ini, mama bilang “hadeuh belum kapok juga lagi nak bikin kue” ini karna saya sering gagal membuat kue bolu (hasilnya bantat dan porinya ga cakep) . mendengar komentar mama, saya jadi senyam senyum mengingat kegagalan demi kegagalan yang dilakukan tapi ga pake kapok! Bandel juga ya.. Ckckck.. Tapi dalam hati saya bertekad, kali ini musti berhasil dan alhamdulillah akhirnya keluar juga kata-kata sakti mama “enak juga pi ini ya, ga terasa kuning telurnya” saya bilang “nyebutnya pai ma bukan pi,, hihihi” .. Alhamdulillah... Saya jadi berpikir untuk menjadikan produk jualan someday

Sebelumnya saya pernah mencicipi kue khas bali ini dari salah seorang teman semasa ngampus di ITB dulu, beliau kalau balik dari kampungnya di Bali selalu membawakan kami pie susu ini. Kayaknya pie ini tahan lama, soalnya waktu itu pernah hampir 2 minggu di Bandung baru nyampe pie nya ke saya (*lama banget ngarepnya...hihihi), ini karna kami udah ga sekelas lagi. So makin bertambah deh nilai plus kue ini: simple, enak dan tahan lama. Tahan sampe berminggu-minggu enggak juga kayaknya ya soalnya di atas kulit pie nya ada adonan cair yang di panggang. Jadi mungkin bisa di patok 2 minggu kalo udah jadi ya, saran saya dikulkasin aja. Tapi saya yakin setelah dibikin pasti ludes, ga nyampe sehari semalam tuh! Apalagi kalo anggota di rumah banyak.. hihihi   

Baiklah, mari kita ulas tentang cara pembuatan yang saya bilang sedikit tricky tadi. Ohiya, sebelumnya saya ingin mengucapkan beribu terimakasih untuk mba suhu (endang indriani) yang berbaik hati mengajarkan step by step pembuatannya, bisa dilihat DISINI. Saya senang sekali menemukan blog ini, sangat bermanfaat untuk pemula seperti saya. Semoga berkah ilmunya dunia akhirat ya mba. Nah ini nih yang bikin saya termotivasi untuk membuat blog, selain hobby memasak yang tidak bisa diredam (seperti yang mama saya bilang tadi belum kapok juga, hehe) dan juga hobby menulis, saya berharap ilmu yang cetek ini juga bisa bermanfaat bagi banyak orang. Mungkin ada juga siy sesekali terfikir, “disimpen aja resep-resepnya, ntar bisa dijadiin andalan produk jualan”, namun saya cuekin aja bisikan itu. Rejeki mah udah di atur sama Allah, tugas kita hanyalah berusaha, tawakal dan berdoa. Dan satu prinsip yang saya pegang kuat masalah rejeki ini yaitu tafsir dari QS:Ar-ra’d ayat 11, menurut ulama tafsirnya begini : “Perbaiki urusan akhiratmu, maka Allah akan memperbaiki urusan duniamu” Kata ustadnya itu resep hidup sukses dunia akhirat. (*kok jadi ceramah ya, hehe) . ingin berbagi aja siy sama reader yang budiman sedikit ilmu agama yang tersimpan di hati dan kepala saya. ^^

Back to the topic, rahasia pie ini adalah pada kulitnya yang garing dan renyah, kalo untuk toppingnya bisa pake susu+telur+air, pake buah-buahan (strawberry, mangga, apel, dsb), pake coklut juga bisa, dan banyak lagi variannya. Tinggal di googling aja. Nah untuk membuat kulit yang garing dan renyah haruslah butuh kulkas! ini artis utamanya menurut saya lo ya. Kalo ga ada kulkas gimana? Wah gimana ya, saya belum terpikir jawabannya. Mungkin bisa googling lagi. Yang jelas mesin pendingin berfungsi untuk mengeraskan si menteganya. Suhu badan dan ruangan juga harus dingin ya, jangan pas lagi demam membuatnya (#ya iyalah, masak lagi demam bikin kue, makannya aja belum tentu sanggup.. hihihi). Sebenarnya ga sealay itu juga, yang jelas kondisikan agar mentega ga meleleh ketika di cacah dengan tepung. (#di cacah??maksudnya?). Jadi gini, setelah mentega didiemin di kulkas (minimal setengah jam), kan jadi keras tuh si menteganya, selanjutnya dipotong-potong kecil dan dimasukkan kedalam wadah besar yang berisi tepung+gula halus. Kemudian dengan menggunakan bantuan garpu, mentega tadi dihancurkan bersama dengan tepung perlahan-lahan sampai berbutir-butir kecil seperti kacang kedelai. Selanjutnya tambahkan air sedikit demi sedikit kemudian gumpalkan dengan tangan secara lembut, jangan banyak di pegang ya dan juga ga boleh diuleni seperti membuat donat (dipukul-pukul, banting-banting, dsb). Cukup di diperlakukan secara lembut sampai adonan rata dan menyatu. Setelah proses ini selesai masukkan ke dalam plastik dan kulkasin lagi minimal setengah jam supaya adonan jadi lembut. Selanjutnya bikin topping/ vla susunya trus dioven daaaaan jadi deh pie susu bali nan garing dan enyaakkk.. ^^  Berikut resepnya,


Bahan Kulit:
Tepung terigu protein sedang 250 gram (saya pake segitiga biru)
Mentega 125 gram (dikulkasin minimal stengah jam dan di potong dadu dengan sisi 1 cm)
air dingin 3-4 sdm
gula pasir 1 sdm (pake gula pasir yang duhaluskan lebih baik)

Bahan Vla:
Kuning telur 3 butir
Susu kental manis 200 gram (saya pake 150 gram)
air 100 ml

Cara Pembuatan:

  • Tepung terigu + gula dimasukkan ke dalam wadah kering kemudian tambahkan mentega beku yang telah dipotong dadu kemudian di cacah sampe berbulir-bulir seukuran kacang kedelai. Proses mencacah telah saya deskripsikan diatas
  • Setelah itu tambahkan air sedikit demi sedikit dan aduk lembut adonan hingga merata dan menyatu. Setelah itu masukkan kedalam kulkas dan diamkan minimal setengah jam.
  • Selagi adonan didinginkan, kita bisa membuat vlanya dengan cara masukkan kuning telur ke dalam mangkuk kaca kemudian aduk rata dengan spatula balon/garpu. Selanjutnya masukkan susu kental manis dan air, kemudian diaduk dan disaring. Sisihkan
  • Panaskan oven set disuhu 160 derajat celcius, usahakan memanaskan oven 20 menit sebelum adonan dimasukkan.
  • Siapkan cetakan pie dan olesi dengan mentega, sisihkan
  • Selanjutnya ambil setengah bagian adonan kulit yang telah dikulkasin tadi (setengahnya dikulkasin lagi), kemudian masukkan kedalam cetakan serta pipihkan lalu tuang vla diatasnya. Jangan sampai penuh ya soalnya nanti adonan nya sedikit mengembang ketika di oven. Tapi jangan sedikit alias pelit juga.. hehe..
  • Oven selama 35 menit dengan suhu 160 derajat celcius.
  • Sisa adonan kulit tadi bisa dicetak lagi setelah pemanggangan pertama. Yang jelas pastikan adonannnya dingin ketika dicetak.

Selamat mencoba, semoga berhasil ya ^^

Donat Kentang (Part Two)




Seperti kata orang bijak “practices makes perfect” maka itulah yang terjadi pada kebersamaan saya dengan cemilan satu ini yaitu Mrs Donuuut  (*hiperbola alias sedikit alay ya.. hehe). Dari pengalaman demi pengalaman saya belajar banyak hal untuk menghasilkan sepotong donat yang lembuuuuut tapi tidak seperti kapas ya, enak seperti donat ala bakery ato donat madu cihan*ung yang terkenal itu serta ga pake bosen mencicipinya. Berbagai resep udah saya coba dari yang di banting-banting adonannya (*hiperbola lagi!!!) sampe yang praktis cuma pake mikser dan sedikit tenaga untuk menguleninya. Alhamdulillah semuanya berhasil dalam konteks donatnya mengembang cuma ada aja kurangnya seperti donatnya padet, berminyak, rasanya kurang nendang, dll. 

Dari berbagai eksperimen tersebut, donat kentanglah juaranya, pernah saya posting DISINI. Namun, saya belum puas dengan resep ini walaupun sudah sesuai harapan. Efek wooow ketika memakannya belum saya rasakan.. hehe.. Ini bukan sombong lo ya, selagi masih bisa berusaha lagi kenapa nga? Yang penting halal bin toyyib. Halal harga mati bagi saya! Sedikit cerita sebelum memulai eksperimen ini, saya searching sana sini dulu tentang bahan bahannya terutama dry yeast alias raginya. Salah satu merek yang ada label halal nya yaitu Mauri-Pan cuma dikota saya susaaaah sekali mendapatkannya, kata salah seorang pegawai toko, merek tersebut tidak ada lagi. Selanjutnya, saya searching lagi tentang satu merek dry yeast terkenal yaitu Fermipan (satu-satunya yang ada di kota saya). Ternyata oh ternyata, merek ini ada sertifikat halalnya dari lembaga semacam MUI tapi skala international. Merek ini dulunya pernah dicantumkan label halal dikemasannya tapi karna sekarang aturannya haruslah label dari MUI aja makanya ga di cantumin lagi. Tapi lumayan, sedikit lega dengan penjelasan tersebut. Semoga aja MUI segera mengeluarkan label halal untuk produk ini. Itulah sedikit cerita saya tentang berburu produk yang halal.  Yang jelas, apapun yang dimakan harus halal dari segala aspek karna jika yang masuk ke tubuh makanan yang haram maka dipastikan doa tidak akan dikabulkan. Sedangkan bagi orang mukmin doa itu adalah senjatanya (hadist). 

Baiklah kembali ke cerita donat, Nah dari keinginan untuk merasakan efek wow itulah yang mendorong saya mencoba resep demi resep kemudian memodifikasinya lagi dan lagi dalam setiap pembuatannya. Jadinya, terkadang beda-beda resep ketika membuatkan pesanan donat. hehe.. Nah, resep yang ini tidak kalah enak sama yang pernah saya posting dulu cuma sedikit oily (*istilah apa ini?? hehe) maksudnya sedikit berminyak karna ternyata setelah saya baca-baca, donat ini setelah dibikin bulet-bulet ga boleh dibiarin lama-lama. Paling lama 20 menit aja. Saya?? Kemaren itu setelah bikin bulet-bulet ditinggal sekitar 45 menitan karna ada suatu keperluan sehingga donatnya besar banget tapi menyerap minyak. Jadi, jangan dibiarin lama-lama ya. Nah satu lagi, donat ini lembuuuut karna kentangnya. Satu trik untuk membuat kentang jadi halus : setelah kentang direbus/dikukus saring menggunakan saringan berbahan aluminium yang porinya rapat. Terbukti berhasil lo, ga perlu di blender. Kalo dengan blender, selain menghabiskan watt listrik juga mempercepat daya tahannya karna adonannya terlalu lembek sehingga memakan tenaga ekstra. Pernah satu kali blender saya ngehang dibuatnya (ga bisa mati kecuali dilepas colokannya) makanya mama nyaranin supaya disaring aja. Terbukti berhasil euy karna lembuuuut sekaleee donatnya, sodara sodara. Mau cek recipe?? Yuk aja atuh.


Bahan:
Tepung terigu protein tinggi 350 gram (saya pake cakra kembar)
Susu bubuk 3 sdm
gula pasir 3 sdm
kuning telur 2 butir
fermipan 1 sdm (lebihkan sedikit ya)
kentang 200 gram dikukus/direbus kemudian disaring sampe halus (ato diblender jadi pasta)
air dingin sedikit aja (kira-kira 4-5 sdm)
garam 0.5 sdt
mentega 2 sdm
minyak untu menggoreng

Cara membuat:
  • Tepung dimasukkan kedalam wadah plastik yang besar, tambahkan susu bubuk, gula pasir dan permifan kemudian diaduk rata
  • Masukkan kuning telur aduk rata kemudian masukkan kentang kukus, diaduk aduk pake tangan (*pastikan tangannya bersih dan steril ya.. hehe) kemudian masukkan mentega dan garam. Selanjutnya masuk ketahap ULEN (*istilah saya aja), maksudnya adonannya dibentuk sampai menyatu, tidak lengket di wadah dan ditangan. Proses ini lumayan memakan tenaga dan waktu tapi ga gitu-gitu banget juga siy.. hehe.. yang penting istilah dunia perbakingan, adonannya kalis. Mungkin bisa di search bentuk adonan setelah kalis diinternet. kapan-kapan deh saya sertakan foto adonannya. Oia, airnya ditambah ketika proses ini ya, jika kurang bisa ditambahkeun lagi tapi little by little ya. Jangan langsung cus satu gelas. ^^
  • Selanjutnya diamkan adonan dalam wadah tersebut dengan ditutupi kain/lap lembab selama 40 menitan
  • Setelah itu, bentuk adonan bulat-bulat dengan lubang ditengahnya, bisa dengan cetakan donat ataupun manual pake tangan. Diamkan diatas wadah datar yang telah di taburi tepung selama lebih kurang 20 menit (di cek apakah sudah menul-menul ato belum) kemudian barulah di goreng dengan api yang kecil. Menggorengnya ga usah pake banyak-banyak balik seperti menggoreng kerupuk. Cukup di taruh diatas minyak yang telah panas, kemudian setelah kecoklatan dibawahnya di balik kemudian goreng sebentar  lalu diangkat. Jadi cuma satu kali balik ya donatnya. Supaya bentuknya cantik dan ada 'ring'  ditengahnya.. Insyaallah mateng jika apinya kecil.
  • Dinginkan, kemudian sajian dengan aneka toping ato dibalut dengan gula donat aja udah enak kok.
      Penasaran nyobanya?? Make yours, guys. Semoga berhasil ya,,
Dipesan ke saya juga bisa tapi cuma untuk daerah solok dan sekitarnya, maafkeun ya ga bisa antar yang jauh-jauh.. hehe

Brownies Klasik





Hallo, kali ini saya akan posting tentang brownies. Cake yang satu ini pasti udah familiar ya bagi kamu-kamu pecinta cake & coklat. Dulu pernah sahabat tersayang menyuguhkan saya sepotong brownies,, woooow enaknya pake banget! seriously! Browniesnya fudgy alias legit, ada rasa susu dan keju serta nyoklat banget. Ga sia sia tuh perjuangan sahabat saya untuk mendapatkan brownies ini karna yang menjualnya jauh (sekitar sejaman dari rumahnya) belum lagi harus diorder dulu serta harganya kalo buat kantong mahasiswa lumayan cuy. #maklum aja ya (*nunjuk siapa yg pernah ngirit2 pas ngampus dulu,, hihihi). 

Satu lagi referensi brownies yang ga pake bosen mencicipinya yaitu brownies khas kota kembang (a*anda, ga lagi promo lo ya). Beberapa kali ketika pulang kampung, saya bawain brownies a*anda ini sebagai oleh-oleh, semua pada bilang enyaaak.. ga pake lama tuh lenyapnya.. hehe.. Dari berbagai resep yang saya baca kebanyakan pembuatan brownies pake campuran coklat bubuk dan coklat batang, seperti brownies kukus resep Ny Liem yang pernah saya coba, bisa dilihat DISINI. Namun sayangnya, sekali nyicip ga bisa banyak2 (paling banyak 2 potong aja) karna coklatnya bikin eneg. Pernah juga nyoba brownies kukus ketan hitam (bisa dilihat DISINI) dan brownies coklat pisang (bisa dilihat DISINI), keduanya enyaaakk, ga pake bosen nyicipnya (narsisdotcom hehe). Alhamdulillah.. 

Hari berganti hari, walking walking blog ketemulah dengan resep yang akan saya tulis ini, di blognya mba endang (bisa dilihat DISINI). Cuma pake coklat batang ga pake coklat bubuk euy!. Kebetulan di freezer ada coklat batang sisa bikin topping donat pesanan kemaren, maka langsung dieksekusi deh resepnya. Sebenarnya saya bukan pecinta coklat juga tapi ketika ngeliat resep ini dengan penjelasan dan foto yang empunya blog ciamik banget, jadilah saya semangat '45. Liat bahan-bahan di dapur,  ga ada telur cusss ke warung dulu kemudian baru lah pur campur duk aduk.. oven 45 menit,, heepp,,, jadilah sepotong brownies klasik yang mamamia lazatos, Tapi belum seenak yang sahabat saya berikan dulu tapi lumayan lah. Dari 1 – 10, kira-kira saya beri nilai 8.5. Ga narsis lo ya, tapi emang enyaaakk. Adek bilang enak, papa makan beberapa potong, mama juga bilang lumayan (walau beliau berkomentar “ini kopinya terasa banget ya Sar”). Mungkin karna sedikit dilebihkan tadi kopinya supaya harum dan beneran harum euy. Belum lagi nyampe semalam hanya tersisa one slice ^_^. Alhamdulillah pada suka terutama si bungsu, “crust nya itu lo kak yang bikin nyummy” begitu katanya... 

Nah, bagi kamu-kamu terutama pecinta coklat dan kopi, brownies ini patut di coba. Kemudian bagi yang males nih bikin cake pake mixer dan suka kepraktisan, nah cake satu ini recomended banget deh. Cuma butuh waktu kurang dari 10 menit membuat adonannya, yang rempong itu nyiap-nyiapin bahan (menakar2, ayak2 tepung, dsb). Trus satu lagi juga irit telur (saya pake 1,5), lha kok bisa 1.5 siy?? Aslinya 3 butir, karna saya bikin stengah resep maka saya ambil 2 kuning telur dan 1 lebih sedikit putih telur. Sisa putih telur, difreezer aja, insyaallah tahan 1 bulan. Setengah butir telur kok disimpen dikulkas siy?? Ceplok tanpa kuning aja kali!!.. Ini karna saya punya banyak putih telur dikulkas jadi digabungin aja. Suatu saat pingin bikin cake putih telur.. Oke, mari kita liat resepnya.

Bahan I (diayak)
75 gram tepung terigu
5 gram tepung maizena (kira-kira 1 sdt)
0.75 sdt baking powder, pastikan fresh dan tidak kadaluarsa
0.5 sdt vanila bubuk

Bahan II (ditim)
100 gram coklat batang
75 gram mentega

Bahan III (diseduh pake air panas)
Kopi 1 sdm + air panas 1 sdm (bisa pake merek nescafe, kalo saya pake kopi bubuk lokal)

Bahan IV
2 kuning telur + 1 putih telur
gula pasir 100 gram, blender hingga setengah halus

Cara Pembuatan:
  • Panaskan oven, set di suhu 160 derajat celcius
  • Siapkan loyang bulat 16 cm, olesi mentega kemudian taburi dengan tepung terigu
    Note : Sebenarnya lebih baik pake kertas baking, berhubung didaerah saya ga ada yang menjualnya (dari beberapa toko kue dan plastik yang saya tanya), maka metode pake mentega+tepung ini adalah alternatifnya. Kalo pake kertas baking olesi mentega ya.
  •  Campur dan ayak bahan I, kemudian sisihkan.
  • Tim bahan II dengan cara: Coklat+mentega dimasukkan ke dalam wajan aluminium kemudian diletakkan di atas teflon yang telah berisi air. Masak dengan api sedang hingga semua bahan meleleh dengan sempurna, sesekali jangan lupa di aduk ya.
  • Masukkan telur+gula pasir+air kopi kedalam suatu wadah kaca/aluminium kemudian kocok dengan spatula balon/garpu sampai tercampur rata (*jangan lama-lama ya). Setelah itu masukkan campuran tepung kemudian aduk rata dan terakhir masukkan campuran coklat. Aduk hingga tercampur rata, jangan sampai ada yang menggumpal-gumpal ya.
  • Masukkan ke dalam loyang, jangan lupa hentakkan sedikit kemudian oven selama 45 menit. Saran saya oven selama 35-40 menit aja soalnya cake saya agak sedikit gosong di pinggir-pinggirnya. Hehe.


Nah, begitulah resep dan caranya,, gimana?? Mau nyoba??

Resep ini adalah 0.5 resep asli jadi musti pake loyang yang kecil. Jika ingin lebih banyak bisa dicoba 1 resep asli ya (kalikan 2 resep di atas).. Ohiya, nanti akan muncul shinny crust (retakan tipis di permukaan brownies), ini nih yang bikin tambah enak, crispy outside but moist inside. Selamat mencoba ya.