Kamis, 12 Mei 2016

Donat Kentang (Part Two)




Seperti kata orang bijak “practices makes perfect” maka itulah yang terjadi pada kebersamaan saya dengan cemilan satu ini yaitu Mrs Donuuut  (*hiperbola alias sedikit alay ya.. hehe). Dari pengalaman demi pengalaman saya belajar banyak hal untuk menghasilkan sepotong donat yang lembuuuuut tapi tidak seperti kapas ya, enak seperti donat ala bakery ato donat madu cihan*ung yang terkenal itu serta ga pake bosen mencicipinya. Berbagai resep udah saya coba dari yang di banting-banting adonannya (*hiperbola lagi!!!) sampe yang praktis cuma pake mikser dan sedikit tenaga untuk menguleninya. Alhamdulillah semuanya berhasil dalam konteks donatnya mengembang cuma ada aja kurangnya seperti donatnya padet, berminyak, rasanya kurang nendang, dll. 

Dari berbagai eksperimen tersebut, donat kentanglah juaranya, pernah saya posting DISINI. Namun, saya belum puas dengan resep ini walaupun sudah sesuai harapan. Efek wooow ketika memakannya belum saya rasakan.. hehe.. Ini bukan sombong lo ya, selagi masih bisa berusaha lagi kenapa nga? Yang penting halal bin toyyib. Halal harga mati bagi saya! Sedikit cerita sebelum memulai eksperimen ini, saya searching sana sini dulu tentang bahan bahannya terutama dry yeast alias raginya. Salah satu merek yang ada label halal nya yaitu Mauri-Pan cuma dikota saya susaaaah sekali mendapatkannya, kata salah seorang pegawai toko, merek tersebut tidak ada lagi. Selanjutnya, saya searching lagi tentang satu merek dry yeast terkenal yaitu Fermipan (satu-satunya yang ada di kota saya). Ternyata oh ternyata, merek ini ada sertifikat halalnya dari lembaga semacam MUI tapi skala international. Merek ini dulunya pernah dicantumkan label halal dikemasannya tapi karna sekarang aturannya haruslah label dari MUI aja makanya ga di cantumin lagi. Tapi lumayan, sedikit lega dengan penjelasan tersebut. Semoga aja MUI segera mengeluarkan label halal untuk produk ini. Itulah sedikit cerita saya tentang berburu produk yang halal.  Yang jelas, apapun yang dimakan harus halal dari segala aspek karna jika yang masuk ke tubuh makanan yang haram maka dipastikan doa tidak akan dikabulkan. Sedangkan bagi orang mukmin doa itu adalah senjatanya (hadist). 

Baiklah kembali ke cerita donat, Nah dari keinginan untuk merasakan efek wow itulah yang mendorong saya mencoba resep demi resep kemudian memodifikasinya lagi dan lagi dalam setiap pembuatannya. Jadinya, terkadang beda-beda resep ketika membuatkan pesanan donat. hehe.. Nah, resep yang ini tidak kalah enak sama yang pernah saya posting dulu cuma sedikit oily (*istilah apa ini?? hehe) maksudnya sedikit berminyak karna ternyata setelah saya baca-baca, donat ini setelah dibikin bulet-bulet ga boleh dibiarin lama-lama. Paling lama 20 menit aja. Saya?? Kemaren itu setelah bikin bulet-bulet ditinggal sekitar 45 menitan karna ada suatu keperluan sehingga donatnya besar banget tapi menyerap minyak. Jadi, jangan dibiarin lama-lama ya. Nah satu lagi, donat ini lembuuuut karna kentangnya. Satu trik untuk membuat kentang jadi halus : setelah kentang direbus/dikukus saring menggunakan saringan berbahan aluminium yang porinya rapat. Terbukti berhasil lo, ga perlu di blender. Kalo dengan blender, selain menghabiskan watt listrik juga mempercepat daya tahannya karna adonannya terlalu lembek sehingga memakan tenaga ekstra. Pernah satu kali blender saya ngehang dibuatnya (ga bisa mati kecuali dilepas colokannya) makanya mama nyaranin supaya disaring aja. Terbukti berhasil euy karna lembuuuut sekaleee donatnya, sodara sodara. Mau cek recipe?? Yuk aja atuh.


Bahan:
Tepung terigu protein tinggi 350 gram (saya pake cakra kembar)
Susu bubuk 3 sdm
gula pasir 3 sdm
kuning telur 2 butir
fermipan 1 sdm (lebihkan sedikit ya)
kentang 200 gram dikukus/direbus kemudian disaring sampe halus (ato diblender jadi pasta)
air dingin sedikit aja (kira-kira 4-5 sdm)
garam 0.5 sdt
mentega 2 sdm
minyak untu menggoreng

Cara membuat:
  • Tepung dimasukkan kedalam wadah plastik yang besar, tambahkan susu bubuk, gula pasir dan permifan kemudian diaduk rata
  • Masukkan kuning telur aduk rata kemudian masukkan kentang kukus, diaduk aduk pake tangan (*pastikan tangannya bersih dan steril ya.. hehe) kemudian masukkan mentega dan garam. Selanjutnya masuk ketahap ULEN (*istilah saya aja), maksudnya adonannya dibentuk sampai menyatu, tidak lengket di wadah dan ditangan. Proses ini lumayan memakan tenaga dan waktu tapi ga gitu-gitu banget juga siy.. hehe.. yang penting istilah dunia perbakingan, adonannya kalis. Mungkin bisa di search bentuk adonan setelah kalis diinternet. kapan-kapan deh saya sertakan foto adonannya. Oia, airnya ditambah ketika proses ini ya, jika kurang bisa ditambahkeun lagi tapi little by little ya. Jangan langsung cus satu gelas. ^^
  • Selanjutnya diamkan adonan dalam wadah tersebut dengan ditutupi kain/lap lembab selama 40 menitan
  • Setelah itu, bentuk adonan bulat-bulat dengan lubang ditengahnya, bisa dengan cetakan donat ataupun manual pake tangan. Diamkan diatas wadah datar yang telah di taburi tepung selama lebih kurang 20 menit (di cek apakah sudah menul-menul ato belum) kemudian barulah di goreng dengan api yang kecil. Menggorengnya ga usah pake banyak-banyak balik seperti menggoreng kerupuk. Cukup di taruh diatas minyak yang telah panas, kemudian setelah kecoklatan dibawahnya di balik kemudian goreng sebentar  lalu diangkat. Jadi cuma satu kali balik ya donatnya. Supaya bentuknya cantik dan ada 'ring'  ditengahnya.. Insyaallah mateng jika apinya kecil.
  • Dinginkan, kemudian sajian dengan aneka toping ato dibalut dengan gula donat aja udah enak kok.
      Penasaran nyobanya?? Make yours, guys. Semoga berhasil ya,,
Dipesan ke saya juga bisa tapi cuma untuk daerah solok dan sekitarnya, maafkeun ya ga bisa antar yang jauh-jauh.. hehe

2 komentar:

  1. Makasih Sar, pengen nyoba untuk berbuka puasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komen dari kakak Eka ternyata :)
      siip, semoga berhasil ka.

      Hapus